Senin, 03 Februari 2014 , 10:36:00 WIB

Awas Persengkongkolan Kekuasaan di Balik Dana Saksi Partai

Media: Rakyat Merdeka Online

Jangan Pilih Kucing Dalam Karung! i2014. Bau busuk dibalik rencana pemerintah membiayai dana saksi partai politik di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2014 terendus.

"Dengan logika sederhana pembiayaan saksi parpol sudah dapat dibaca sebagai sebuah persengkongkolan kekuasaan," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/2). LIMA salah satu LSM yang bergabung dalam Koalisi Untuk Akuntabilitas Keuangan Negara (KUAK).

Menurut Ray, pemunculan usulan dana saksi ke parpol yang dibiayai APBN sebesar Rp 658, 03 miliar sangat mengejutkan publik. Dana sebesar itu ujarnya dialokasikan untuk membiayai saksi dari 12 parpol peserta Pemilu dan tiga parpol lokal.

Masing-masing parpol kecipratan sebesar Rp 54,56 miliar dan rencananya dana itu akan disalurkan ke parpol melalui Bawaslu RI.

Ironisnya, DPR dan Pemerintah kata Ray, sepakat saksi parpol dibiayai negara untuk mengurangi kecurangan pada Pemilu.

Publik kata Ray tidak percaya sebab usulan mata anggaran diusulkan dan disepakati begitu saja oleh penguasa dan partai pendukung di parlemen.

"Dana itu bukan untuk kepentingan publik dan tidak dapat dijustifikasi dengan dalil apapun," katanya.

Apalagi selama ini ujarnya, parpol tertutup, korup dan ditongkrongi pucuknya oleh kekuasaan kroni. Bahkan parpol belum pernah terbukti akuntabel terhadap publik, terutama mengelola dana publik yang besar dan selama ini keuangan parpol sulit diakses. [***]

Write A Comment