Jum'at, 06 September 2013 , 13:51:00 WIB

'Blusukan' Jadi Strategi PDIP Jelang Pemilu 2014

Laporan: Amelia Fitriani

Jangan Pilih Kucing Dalam Karung! SALAH satu strategi utama yang akan digunakan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk kemenangan pemilu 2014 adalah kampanye langsung dan turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan rakyat yang belakangan popoler dengan istilah 'blusukan'. Karena cara tersebut dianggap paling efektif untuk menciptakan ikatan emosional dengan rakyat.

Dengan blusukan, diharapkan rakyat akan memberikan dukungan untuk memenangi Pemilihan Umum 2014.

Cara blusukan ini lebih efektif ketimbang pawai hura-hura atau rapat akbar yang, selain biayanya terlalu besar, belum tentu juga tepat sasaran, kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P TB Hasanuddin di Jakarta, Kamis (5/9), seperti yang dikutip dari Kompas.

Strategi tersebut dianggap dapat dijadikan media bagi partai untuk memberikan solusi serta konsep yang ditawarkan oleh PDIP dalam menjawab persoalan bangsa. seperti konsep ekonomi kerakyatan serta bagaimana mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara, diharapkan juga lebih dipahami rakyat dengan cara itu.

Istilah 'blusukan' pertama kali dikenal mengemuka di publik saat Joko Widodo, yang merupakan mantan walikota Solo, berkampanye ketika maju dalam pemilihan gubernur DKRI Jakarta.


Strategi pemenangan akan berbasis TPS (tempat pemungutan suara) dan akan dikelola PAC (pengurus anak cabang) dan DPC (dewan pimpinan cabang). Jadi, persiapan terpenting adalah bagaimana struktur partai, caleg, tokoh, dan kader panutan partai dapat menyampaikan program PDI-P mendatang, katanya.

Di luar strategi itu, kader PDI-P yang berkiprah di eksekutif ataupun legislatif juga diwajibkan untuk menunjukkan kinerja yang baik dan keberpihakan kepada rakyat.

Mereka juga harus bersih dari kasus korupsi, narkoba, dan tindakan maksiat. Dengan langkah nyata itu, diharapkan rakyat makin bersimpati kepada PDI-P. [mel]

Write A Comment